Feeds:
Pos
Komentar

Psikologi industri memiliki fokus pada penentuan kompetensi yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan dan mengatur menempatkan pekerja yang memiliki kompetensi yang dianggap sesuai (Hutahaean, 2009). Proses ini diawali dengan proses rekrutmen yaitu dengan membuka kesempatan kerja yang yang biasanya diberitahukan melalui suatu media massa. Kelanjutannya adalah perusahaan menyeleksi resume yang tepat dengan kualifikasi pekerjaan yang tertera pada informasi lowongan pekerjaan.

Setelah tersortir calon karyawan yang akan diterima, data calon-calon karyawan yang akan akan dan belum diterima, akan di input kedalam suatu database perusahaan. Hal ini bertujuan untuk mempermudah perusahaan tersebut jika suatu saat memerlukan calon karyawan lagi dengan persyaratan yang sama. Terkadang antar perusahaan yang bekerja sama juga saling bertukar data dari database masing-masing. Karena itulah jangan heran jika sekarang seseorang dapat saja dihubungi oleh sebuah perusahaan, padahal ia tidak pernah melamar ke perusahaan tersebut.

Kendall dan Kendall (dalam Hutahaean, 2009) menerangkan bahwa suatu sistem informasi dibuat untuk tujuan yang berbeda, akan tetapi tujuan dari sebuah sistem informasi adalah untuk mendukung atau mempermudah tugas-tugas organisasional dalam menyimpan data dan dapat membantu penggunanya untuk menginterpretasikan dan menerapkan data, dimana ouputnya adalah untuk membuat suatu keputusan. Database calon karyawan baru yang dimiliki perusahaan diharapkan mampu membantu sebuah perusahaan untuk merekrut tenaga kerja yang sesuai dengan kualifikasi yang telah ditetapkan sebelumnya tanpa harus memasang iklan lowongan lagi, seleksi resume lagi, dan lain-lain. Dari hal ini akan mempercepat proses perekrutan tenaga kerja baru dan menghemat biaya bagi perusahaan tersebut.

Reference:

Hutahaean, E.S. (2009). Sistem Informasi Psikologi Industri: Menyeleksi Aplikasi Resume Pekerjaan Dengan Cara Yang Tepat Dan Objektif. Proceeding PESAT (Psikologi, Ekonomi, Sastra, Arsitektur, &Sipil), 3, A104-A116. Universitas Gunadarma. Depok.

Salah satu kemajuan teknologi dalam bidang komunikasi selain telepon selular atau handphone adalah komputer berjaringan internet yang dapat digunakan menghubungkan seseorang dengan orang lain tanpa ada batasan jarak dan waktu. Komunikasi berbasis internet ini dapat menghubungkan banyak orang sekaligus dalam dunia maya yang ingin saling menyampaikan pesan. Komunikasi berbasis internet ini disebut juga dengan Computer Mediated Communication (CMC). CMC adalah suatu transaksi komunikasi yang terjadi melalui penggunaan dua atau lebih komputer jaringan (anonim., 2010).

Salah satu contoh dari bentuk CMC yang sangat terkenal saat ini di kalangan masyarakat adalah situs jejaring sosial Facebook. Facebook adalah website jaringan sosial dimana para pengguna dapat bergabung dalam komunitas seperti kota, kerja, sekolah, dan daerah untuk melakukan koneksi dan berinteraksi dengan orang lain. Orang juga dapat menambahkan teman-teman mereka, mengirim pesan, dan memperbarui profil pribadi agar orang lain dapat melihat tentang dirinya (anonim, 2008).

Di Indonesia sendiri, pengguna Facebook mencapai 11.759.980 pengguna dengan persentase terbesar 40,1% pada remaja berusia 18-24 tahun (http://www.checkfacebook.com/). hal ini menunjukan betapa menjamurnya jejaring sosial Facebook dalam masyarakat khususnya remaja untuk membantu mereka dalam berkomunikasi.

Punnyanunt-Carter (2006) meneliti tentang salah satu ciri perilaku serta hubungan interpersonal yang terbentuk dari komunikasi dalam dunia maya, yaitu keterbukaan diri. Para pengguna situs pertemanan sosial tersebut memaparkan informasi mengenai dirinya dengan intensitas yang cukup sering. Menurut remaja, media Facebook membantu mereka untuk berkoneksi dengan jaringan sosial yang luas dan terlihat dalam sebuah jaringan sosial membuat remaja menjadi dikenal oleh orang lain dan memungkinkan untuk dapat berkembang menciptakan sebuah hubungan (Christofides, Muise & Desmarais, 2009).

dengan keterbukaan diri yang dilakukan oleh seseorang ketika berinteraksi di dunia maya seperti Facebook, membuat mereka mampu memenuhi kebutuhan afiliasi mereka, memperoleh validasi sosial, menigkatkan kontrol sosial, meraih pengklarifikasian diri, dan melatih pengekspreresian diri (Derlega, dalam yoseptian, 2010). meskipun demikian tanpa disadari ini juga membuat berkurangnya privasi dalam diri mereka. padahal Privasi memiliki fungsi untuk mengembangkan identitas pribadi, yaitu mengenal dan menilai diri sendiri (Altman, dalam Prabowo, 1998). Proses mengenal diri sendiri ini tergantung pada kemampuan untuk mengatur sifat dan gaya interaksi sosial dengan orang lain. Bila seseorang tidak dapat mengontrol interaksi dengan orang lain, maka dirinya akan memberikan informasi yang negatif tentang kompetensi pribadinya (Holahan, dalam Prabowo, 1998) atau akan terjadi proses ketelanjangan sosial dan proses deindividuasi (Sarwono, dalam Prabowo, 1998). Menurut Westin (dalam Prabowo, 1998) dengan privasi seseorang juga dapat melakukan evaluasi diri dan membantunya mengembangkan dan mengelola perasaan otonomi diri (personal autonomy). Otonomi ini meliputi perasaan bebas, kesadaran memilih dan kemerdekaan dari pengaruh orang lain.

hasil riset menunjukan bahwa privasi memiliki korelasi negatif dengan keterbukaan diri. hal ini berari semakin baik privasi yang dimiliki seseorang, maka semakin baik ia mampu mengatur sejauh mana ia dapat membuka dirinya ketika berinteraksi baik di dunia nyata maupun di dunia maya (Lee, 2010). kabar baiknya adalah kebanyakan remaja masih pada keterbukaan diri yang normal ketika menggunakan Facebook, meskipun tetap saja masih ada sekitar 36.36% remaja berada pada kategori tinggi dan 12.72% pada kategori sangat tinggi, yang menunjukan bahwa sejumlah remaja masih sa-ngat begitu terbuka saat berinteraksi melalui situs jejaring sosial Facebook dan cenderung tidak menyaring informasi pribadi apa saja yang dapat diungkapkan pada orang lain (Lee, 2010).

simpulan:

kemajuan teknologi informasi dan komunikasi dalam situs jejaring sosial khususnya Facebook ternyata memiliki dampak secara psikologis baik positif maupun negatif. dampak psikologis positif yang dapat diperoleh antara lain adanya keterbukaan diri yang tidak terbatas yang berguna untuk memenuhi kebutuhan afiliasi seseorang, memperoleh validasi sosial, meningkatkan kontrol sosial, meraih pengklarifikasian diri, dan melatih pengekspresian diri.

akan tetapi, keterbukaan diri dalam dunia maya juga memiliki dampak negatif yaitu berkurangnya aspek privasi dalam diri seseorang. padahal privasi memiliki fungsi untuk mengembangkan identitas pribadi, melakukan evaluasi diri, dan membantunya mengembangkan dan mengelola perasaan otonomi diri (personal autonomy). Otonomi ini meliputi perasaan bebas, kesadaran memilih dan kemerdekaan dari pengaruh orang lain.

selain 2 aspek psikologis diatas, dampak lain yang dapat muncul akibat kemajuan teknologi informasi dan komunikasi dalam jejaring sosial adalah bisa terjadi kurangnya kontak sosial di dunia nyata karena seseorang lebih senang untuk berinteraksi melalui dunia maya.

Referensi:

  • Punyanunt-Carter, N.M. (2006). An analysis of college student’s: Self-disclosure behaviors on the internet. College Student Journal, 5, 329-331.
  • Christofides, E., Muise, A., & Desmarais, S. (2009). Information disclosure and control on facebook: are they two sides of the same coin or two different processes? Journal of Cyberpsychology & Behavior, 12, 341-345.
  • Yoseptian, F.X. (2010). Hubungan Kebutuhan Affiliasi Dengan Keterbukaan Diri Pada Remaja Yang Menggunakan Fitur Update Status Pada Situs Jejaring Sosial Facebook. Penulisan Ilmiah (Tidak Diterbitkan). Depok. Universitas Gunadarma
  • Prabowo, H. (1998). Seri diktat kuliah: Arsitektur, psikologi dan masyarakat. Jakarta: Gunadarma University Press.
  • Lee, Yoseptian. F.X. (2010). Privasi Dan Keterbukaan Diri Pada Remaja Pengguna Facebook. Jurnal Ilmiah Psikologi Universitas Gunadarma, 4, 72-75.

 

Sistem Informasi SDM

Dewasa ini, kemajuan teknologi informasi sangat dirasakan di berbagai aspek masyarakat diantaranya adalah dalam bidang industri dan organisasi. jika dahulu pelamar pekerjaan masih harus mengatar surat lamaran ke perusahaan yang ditujunya, maka sekarang mereka cukup duduk di depan komputer dan mengirimkan resume secara online.

banyak situs-situs yang bergerak di bidang penawaran lowongan pekerjaan seperti Jobsdb.com, karier.com, bursalowongankerja.com, dll. hal ini mempermudah bagi pelamar kerja dan perusahaan karena mereka berdua diuntungkan dalam hal waktu dan efisiensi tenaga. Pertama-tama, internet dapat digunakan dalam tahapan awal rekrutmen yaitu untuk menyaring keluar kandidat pekerja yang tidak memenuhi syarat. Dengan menanyakan kepada pelamar beberapa pertanyaan mendasar saja secara online, semua proses itu dapat di eliminasi (Chandra, 2011).

Kalau kita melihat informasi pekerjaan di sebagian besar situs web di Indonesia, banyak di perusahaan yang memasang form aplikasi yang sangat lengkap untuk diisi oleh pelamar. Bahkan ada yang sampai harus berkali-kali klik pindah halaman. Menurut Jason Phillips, Manajer Senior Human Capital di Deloitte Consulting Research New York, proses screening awal seharusnya tidak memakan banyak waktu dari pelamar (Chandra,2011). Menurutnya, apabila mengisi form secara online itu memerlukan waktu lebih dari 20 menit, maka kemungkinan perusahaan akan kehilangan banyak kandidat yang berpotensi karena mereka yang menyerah sebelum sempat menyelesaikan semua pertanyaan dalam form aplikasi tersebut (Chandra, 2011).

ilmu psikologi sangat berperan dalam proses rekrutmen dan seleksi dalam dunia industri. para calon pekerja akan diberikan psikotes untuk melihat kemampuan intelijensi dan kepribadian mereka, kemudian wawancara untuk lebih menggali lagi kepribadian, motif, kebutuhan, dll dari si pelamar kerja. (Munandar, 2001).

sesungguhnya memang dengan kehadiran teknologi informasi dalam bidang rekrutmen dan seleksi sangat membantu industri dalam merekrut karyawan baru, dikarenakan efisiensi waktu, tenaga, dan biaya. akan tetapi, tetap ada hal-hal yang menjadi kekurangan jika proses rekrutmen dan seleksi sepenuhnya melalui teknologi informasi yaitu secara psikologis tidak akan mampu mengungkap perbedaan dan kemampuan individu secara kualitatif dan sangat mungkin terjadinya manipulasi sehingga aspek yang sebenarnya dari si pelamar kerja tidak terungkap.

DaftaR Pustaka:

Chandra. M. Menggunakan Internet dalam Proses Rekrutmen. http://www.portalhr.com. diakses 22 Februari 2011,. 19.43

Munandar. AS. Psikologi Industri Dan Organisasi. Depok. UI Press. 2001

PERIKLANAN

Periklanan merupakan salah satu kegiatan promosi yang banyak dilakukan oleh perusahaan maupun perseorangan. Dalam periklanan ini, pihak yang memasang iklan harus mengeluarkan sejumlah biaya atas pemasangan iklan pada media. Periklanan adalah komunikasi non-individu dengan sejumlah biaya, melalui berbagai media yang dilakukan oleh perusahaan, lembaga non-laba, serta individu-individu. (Swastha & Sukotjo, 1999)

Iklan merupakan sarana komunikasi yang digunakan komunikator dalam hal ini perusahaan atau produsen untuk menyampaikan informasi tentang barang atau jasa kepada publik, khususnya pelanggannya melalui suatu media massa. Selain itu, semua iklan dibuat dengan tujuan yang sama yaitu untuk memberi informasi dan membujuk para konsumen untuk mencoba atau mengikuti apa yang ada di iklan tersebut, dapat berupa aktivitas mengkonsumsi produk dan jasa yang ditawarkan. (Anonim, 2008).

 

TUJUAN IKLAN:

Menurut Swastha dan Sukotjo (1999) tujuan periklanan yang utama adalah menjual atau meningkatkan penjualan barang atau jasa. Adapun tujuan-tujuan lain dari periklanan adalah:

  1. Mendukung program personal selling dan kegiatan promosi lainnya.
  2. Mencapai orang-orang yang tidak dapat dicapai oleh salesman dalam jangka waktu tertentu.
  3. Mengadakan hubungan dengan prara penyalur, misalnya dengan mencantumkan nama dan alamatnya.
  4. Memasuki daerah pemasaran baru dan menarik langganan baru.

 

KARAKTERISTIK DAYA TARIK IKLAN

Daya tarik iklan mempunyai karakteristik sebagai berikut (Anonim, 2008):

  1. Bermakna, menunjukkan manfaat yang membuat produk itu lebih diinginkan atau lebih menarik konsumen.
  2. Dapat dipercaya, konsumen harus percaya bahwa produk atau jasa akan memberikan manfaat yang dijanjikan.
  3. Khas, harus menjelaskan mengapa produk itu lebih baik ketimbang merek pesaing.

 

ELEMEN-ELEMEN IKLAN

Untuk mengetahui apakah iklan suatu produk dapat menarik perhatian masyarakat maka diperlukan elemen-elemen iklan sebagai berikut (Anonim, 2008):

1.Elemen heard words

Maksudnya adalah kata-kata yang terdengar dalam iklan yang dapat membuat audiens semakin mengerti akan maksud pesan iklan yang disampaikan.

2. Elemen music

Maksudnya adalah musik yang terdapat dalam tayangan iklan termasuk iringan musik maupun lagu yang ditampilkan.

3. Elemen seen words

Maksudnya adalah kata-kata yang terlihat pada tayangan iklan yang dapat mempengaruhi benak pemirsa.

4. Elemen picture

Maksudnya adalah gambar atau tayangan iklan meliputi obyek yang digunakan, figur yang digunakan, adegan yang ditampilkan.

5. Elemen colour

Maksudnya adalah komposisi atau keserasian warna gambar serta pengaturan cahaya yang terdapat dalam tampilan tayangan iklan.

6. Elemen movement

Maksudnya adalah gerakan yang ada terlihat pada tayangan iklan yang dapat mempengaruhi emosi seseorang untuk larut di dalamnya meliputi fragmen cerita dari adegan yang ditampilkan.

 

SYARAT IKLAN YANG BAIK

Syarat iklan yang baik harus mampu menjawab pertanyaan dasar dari rancangan sebuah sebuah design periklanan yang dirumuskan dalam 5W + 1H (Suhandang, dalam Zaki, 2009) yaitu :

What : apa tujuan iklan ?

Who : siapa khalayak yang akan dijangkau ?

When : kapan iklan dipasang ?

Where : di mana iklan dipasang ?

Why : mengapa harus demikian ?

How : bagaimana bentuk iklannya ?

Selain itu, agar iklan berhasil merangsang tindakan pembeli, menurut Djayakusumah (dalam Pujiyanto, 2003) setidaknya harus memenuhi kriteria AIDCDA yaitu:

  • Attention : mengandung daya tarik
  • Interest : mengandung perhatian dan minat
  • Desire : memunculkan keinginan untuk mencoba atau memiliki
  • Conviction : menimbulkan keyakinan terhadap produk
  • Decision : menghasilkan kepuasan terhadap produk
  • Action : mengarah tindakan untuk membeli

Berdasarkan konsep AIDCDA, promosi periklanan harus diperlukan pengetahuan yang cukup tentang pola perilaku, kebutuhan, dan segmen pasar. Dengan Konsep tersebut diharapkan konsumen dapat melakukan pembelian berkesinambungan.

Referensi:

  • Anonim. 2008. Definisi Iklan, Efek, Dan Iklan Korporat. http:// kuliahkomunikasi.blogspot.com. 12 November 2010.
  • Pujiyanto. 2003. Strategi Pemasaran Produk Melalui Media Periklanan. Jurnal Nirmana 5 (1), 96-109.
  • Swastha, B. & Sukotjo, I. 1999. Pengantar Bisnis Modern. Yogyakarta. Liberty.
  • Zaki, A. 2009. Strategi Iklan : Teori Pesan & Kreatifitas. http://emjaiz.wordpress.com/2009/09/04. 8 November 2010.

Philips Luncurkan SensoTouch 3D

Pria Indonesia akhirnya dapat menikmati Philips SensoTouch 3D. Alat cukur elektrik ini dibuat khusus untuk pria yang ingin mendapatkan pengalaman mencukur terbaik.

Pria Indonesia akhirnya dapat menikmati Philips SensoTouch 3D. Alat cukur yang dihadirkan Philips Consumer Lifestyle Indonesia ini dibuat khusus untuk pria yang sangat menghargai berbagai hal terindah dalam hidup dan ingin mendapatkan pengalaman mencukur terbaik. SensoTouch 3D diciptakan untuk merespon keinginan para konsumen yang tidak hanya peduli terhadap cara bercukur, tetapi juga ingin mendapatkan pengalaman bercukur yang terbaik. Bagi orang-orang ini, alat cukur yang baik tidak hanya cepat dan menempel di permukaan kulit, tetapi harus dapat mempertahankan kelembutan kulit dan dengan iritasi paling minim,” kata Hendra Rusmana Liu, Commercial Leader Philips Consumer Lifestyle Indonesia.

(http://news.id.msn.com/okezone/lifestyle/article.aspx?cp-documentid=4407881)

 

dalam melakukan marketing, Philips membidik segmen pasar para pria maskulin metroseksual yang modern, sukses dan mementingkan penampilan.

saat ini bagi sekelompok pria yang sibuk, mencukur adalah hal yang menghabiskan waktu karena harus berhati-hati jika tidak akan menyebabkan luka. akan tetapi sekarang, mereka dapat mencukur dengan waktu singkat dan tanpa rasa takut akan terluka atau iritasi. mereka dapat menghemat waktu dan penampilan tetap terjaga. dari harga yang dipasang, sekitar 1,7 juta menunjukan bahwa segmen pasar dari produk ini adalah kelas ekonomi keatas. penampilan adalah hal yang penting dalam dunia bisnis, melihat kenyataan ini, Philips menciptakan pisau cukur elektrik yang mudah dan memiliki hasil yang maksimal bagi para eksekutif muda dan yang berjiwa muda sekaligus modern.

psikologi konsumen

Perilaku konsumen adalah:

  • Tindakan yang langsung terlibat untuk mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan ini (Engel et al, dalam simamora., 2002)
  • Proses pengambilan keputusan yang mensyaratkan aktivitas individu untuk mengevaluasi, memperoleh, menggunakan, atau mengatur barang dan jasa (Loundon & Bitta, dalam Simamora., 2002)
  • Perilaku pembelian konsumen akhir, baik individu maupun rumah tangga, yang membeli produk untuk konsumsi personal (Kolder & Amstrong, dalam Simamora., 2002)

 

Psikologi konsumen adalah:

  • Sebuah cabang ilmu psikologi yang mempelajari bagaimana aspek psikologis seseorang saat memilih, memutuskan, membeli, atau menggunakan sebuah barang atau jasa dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhannya.

 

Konsumen: setiap orang pemakai barang dan atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.

Contoh:  ibu-ibu pembeli sabun cuci, mahasiswa pengguna binder.

Konsumerisme: paham atau ideologi yang menjadikan seseorang atau kelompok melakukan atau menjalankan proses konsumsi atau pemakaian barang-barang hasil produksi secara berlebihan atau tidak sepantasnya secara sadar dan berkelanjutan. Hal tersebut menjadikan manusia menjadi pecandu dari suatu produk, sehingga ketergantungan tersebut tidak dapat atau susah untuk dihilangkan.

Contoh: remaja putri yang sering sekali belanja aneka macam sepatu hak tinggi sebuah merk meskipun sepatu tersebut tidak terlalu diperlukannya.

Konsumsi: suatu kegiatan yang bertujuan mengurangi atau menghabiskan daya guna suatu benda, baik berupa barang maupun jasa, untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan secara langsung.

Contoh: olahragawan yang meminum air mineral setelah berlatih.

Konsumtif : seseorang yang menggunakan atau membeli banyak barang atau jasa tanpa memperhitungkan barang atau jasa tersebut memang kebutuhannya atatu tidak.

Contoh: ibu rumah tangga yang memiliki hobi shopping.

 

Dalam teori sosiologis dikatakan bahwa perilaku seseorang dipengaruhi oleh lingkungan sosialnya, seperti keluarga dan kelompok-kelompok sosial dimana seseorang itu menjadi anggota. Pada dasarnya seseorang akan berusaha mengharmoniskan perilakunya dengan apa yang dianggap pantas oleh lingkungan sosialnya. Dengan demikian seseorang akan membeli produk jika produk tersebut diterima oleh kelompok sosialnya (Simamora, 2002). Ketika hendak melakukan pembelian terhadap suatu produk, konsumen terpengaruhi oleh beberapa faktor psikologis seperti: motivasi, persepsi, dan kepercayaan (Anorogo & Widiyanti, 1990). Persepsi yang dimiliki oleh konsumen terhadap suatu barang atau jasa diantaranya diperoleh dari pengaruh lingkungan seperti pesan baik dan menarik yang dibuat oleh produsen, animo masyarakat terhadap suatu barang atau jasa, atau penilaian masyarakat luas terhadap produk tersebut, dll.

GARDU TOL

Hampir  pengguna kendaraan roda empat tiap hari menggunakan jalan tol sebagai jalan utama dalam menuju tempat tujuan seperti ke kantor, sekolah, pusat perbelanjaan, tempat wisata, dll. Pihak pengelola jalan tol pun yaitu jasa marga selalu berusaha meningkatkan pelayanan untuk para pengguna jalan tol. Peningkatan fasilitas diantaranya adalah papan rambu yang ditambah dan diperjelas, lampu jalan yang ditambah, pembukaan jalan baru, tumbuhan yang asri dan rindang, tempat pengisian bahan bakar sekaligus tempat rehat bagi yang berpergian jauh, hingga penambahan gardu tol.

Penambahan gardu tol ini bertujuan mengurangi kepanjangan antrian mengambil karcis dan pembayaran tol bagi para pengemudi disaat pengguna jalan tol sedang ramai. Akan tetapi kadang di beberapa ruas jalan tol banyak pembangunan gardu tol kurang memperhatikan kenyamanan transaksi antara penjaga gardu tol dengan pengendara. Hal ini dapat meningkatkan stress berkendara dan agresivitas pada pengemudi disaat antrian tol sedang ramai dan panjang. Disisi lain hal ini juga akan menambah tekanan stress kerja penjaga gardu tol karena kurang nyaman dengan ruang kerjanya, apalagi saat mereka dalam kesibukan tinggi menghadapi panjangnya antrian tol. Kurang nyamannya gardu tol dilihat dari besarnya usaha menjulurkan tangan untuk bertransaksi baik dari pihak penjaga gardu atau pengendara.

Pihak pengelola kurang memperhatikan sisi ergonomic dalam membangun gardu tol. Sepertinya dalam membangun gardu ini, mereka tidak menerapakan prinsip antoprometri atau pengukuran dimensi tubuh manusia dan karakteristik khusus lain dari tubuh yang relevan dengan perancangan alat-alat / benda-benda yang digunakan manusia.

Antropometri dibagi atas dua bagian utama, yaitu:

  1. Antropometri Statis, dimana pengukuran pada manusia dilakukan dalam posisi diam dan linier pada permukaan tubuh.
  2. Antropometri Dinamis, dimana pengukuran dilakukan dengan memerhatikan gerakan-gerakan yang mungkin terjadi saat pekerja tersebut melaksankan kegiatannya.

Dengan memperhatikan panjang rata-rata tangan orang Indonesia maka dapat dibangun gardu tol yang dapat meminimalisir usaha pengendara dan penjaga gardu dalam bertransaksi.

Dewasa ini banyak pekerjaan yang kurang memperhatikan kesehatan dan keselamatan diri. Umumnya fenomena ini sering terjadi di kalangan masyrakat kelas menengah kebawah. kerasnya tuntutan hidup memaksa mereka menjalankan segala pekerjaan yang mungkin dapat merusak kesehatan mereka hanya demi memenuhi kebutuhan.

Banyak faktor kesehatan yang diabaikan oleh pekerja macam buruh, pedagang, kuli angkat, dll. Salah satu faktor yang diabaikan adalah terganggunya sistem kerangka dan otot. Hal ini banyak ditemui pada pekerja kasar seperti kuli bangunan atau kuli angkat. Padahal sistem kerangka memiliki peranan penting pada tubuh manusia.

Sistem kerangka memiliki peranan penting pada manusia, antara lain:

  1. formasi bentuk tubuh.
  2. formasi sendi-sendi.
  3. pelekatan otot-otot.
  4. bekerja sebagai pengungkit
  5. penyokong berat tubuh serta daya tahan untuk menghadapi pengaruh tekanan.

Secara garis besar rangka manusia yang terdiri dari 206 tulang tersebut dibagi menjadi dua, yaitu rangka aksial (sumbu tubuh) dan rangka apendikuler (anggota tubuh).

a. Rangka Aksial
Rangka aksial yang kita sebut juga dengan rangka sumbu tubuh terdiri dari tulang-tulang yang membentuk sumbu tubuh, diantaranya adalah:
1). Tulang tengkorak
2). Tulang hioid
3). Tulang belakang (vertebrae)
4). Tulang dada (sternum)
5). Tulang rusuk (costa)

1). Tulang tengkorak
Tulang tengkorak berfungsi melindungi otak, organ pendengaran dan organ penglihatan. Hubungan antartulang yang terdapat pada tempurung kepala termasuk jenis suture, yaitu tidak ada gerak.

2) Tulang hioid
Tulang hioid merupakan tulang yang berbentuk seperti huruf U. Terletak di antara laring dan mandibula. Hioid berfungsi sebagai tempat melekatnya beberapa otat mulut dan lidah. Jumlah tulang hioid hanya 1 pada setiap manusia.

3) Tulang belakang (vertebrae)
Tulang belakang atau yang disebut dengan vertebrae (baca: vertebre) ber fungsi menyangga berat tubuh. Tulang belakang memungkinkan manusia melakukan berbagai macam posisi dan gerakan, misalnya berdiri, duduk atau berlari. Tulang belakang terdiri dari beberapa bagian.

Bagian tulang Nama tulang penyusun Jumlah
Tulang belakang Tulang leher (Serviks)

Tulang punggung (Thorax)

Tulang pinggang (Lumbar)

Tulang selangkang (Sacrum)

Tulang ekor (Koksigea)

7

12

5

Pada bayi ada 5, ketika dewasa berfusi menjadi

1

Pada bayi ada 4, ketika dewasa berfusi menjadi 1

Dilihat dari samping tulang belakang membentuk lekukan yaitu lekukan serviks, lekukan thorax, lekukan lumbar, dan lekukan sacral

4) Tulang dada (sternum) dan Tulang rusuk (costa)
Tulang dada (sternum) dan tulang rusuk (costa) bersama-sama membentuk perisai pelindung bagi organ-organ penting yang terdapat di dada, yaitu paru-paru dan jantung. Tulang rusuk (costa) juga berhubungan dengan tulang belakang (vertebrae).

b.Rangka Apendikuler
Rangka apendikuler merupakan rangka yang menyusun alat gerak. Rangka apendikuler terdiri atas bahu, tulang-tulang tangan, telapak tangan, panggul, tungkai, dan telapak kaki. Secara umum rangka apendikuler menyusun alat gerak, tangan dan kaki

Tulang-Tulang Rangka Apendikuler
Tulang Nama tulang penyusun Jumlah
Bagian atas Tulang selangka (Klavikula)

Tulang belikat (Skapula)

Tulang pangkal lengan (Humerus)

Tulang hasta (Ulna)

Tulang pengumpil (Radius)

Tulang pergelangan tangan (Karpal):

Skafoid

Lunate

Triquetrum

Pisiform

Trapesium

Trapesoid

Kapitatum

Hamate

Tulang telapak tangan (Metakarpal)

Jari tangan (Falanges)

2

2

2

2

2

16 (8 pada tiap tangan)

2

2

2

2

2

2

2

2

10

28

Bagian bawah Tulang koksa atau inomiat

Ileum

Ischium

Pubis

Tulang paha (Femur)

Tulang lutut (Patella)

Tulang betis (Fibula)

Tulang kering (Tibia)

Tulang pergelangan kaki (Tarsal):

Kalkaneus

Talus

Kuboid

Navikular

Kuneformis

Tulang telapak kaki (Metatarsal)

Jari kaki (Falanges)

2 (masing-masing merupakan gabungan dari 3 tulang di kiri dan kanan)

1

1

1

2

2

2

2

14 (7 pada tiap kaki)

2

2

2

2

6

10

28

Sistem Otot Manusia

Otot merupakan alat gerak aktif yang mampu menggerakkan tulang, kulit dan rambut setelah mendapat rangsangan. Otot memiliki tiga kemampuan khusus yaitu :

  1. kontraktibilitas : kemampuan untuk berkontraksi / memendek
  2. Ekstensibilitas : kemampuan untuk melakukan gerakan kebalikan dari gerakan yang ditimbulkan saat kontraksi
  3. Elastisitas : kemampuan otot untuk kembali pada ukuran semula setelah berkontraksi. Saat kembali pada ukuran semula otot disebut dalam keadaan relaksasi

JENIS OTOT
1. otot lurik

  • Nama lain: otot rangka, otot serat lintang (musculus striated) atau otot involunter
  • Struktur : serabut panjang, berwarna/lurik dengan garis terang dan gelap, memiliki inti dalam jumlah banyak dan terletak dipinggir
  • Kontraksi: menurut kehendak kita (dibawah kendali sistem syaraf pusat), gerakan cepat, kuat, mudah lelah dan tidak beraturan
  • Struktur anatomi dari otot rangka seperti gambar dibawah ini!

2. Otot Polos

  • Nama lain : otot alat-alat dalam / visceral / musculus nonstriated / otot involunter
  • Struktur : bentuk serabut panjang seperti kumparan, dengan ujung runcing, dengan inti berjumlah satu terletak dibagiann tengah.
  • Kontraksi : tidak menurut kehendaK atau diluar kendali sistem saraf pusat, gerakan lambat, ritmis dan tidak mudah lelah.

3. otot jantung

  • Nama lain: Myocardium atau musculus cardiata atau otot involunter
  • struktur : Bentuk serabutnya memanjang, silindris, bercabang. Tampak adanya garis terang dan gelap. memiliki satu inti yang terletak di tengah
  • Kontraksi: tidak menurut kehendak, gerakan lambat, ritmis dan tidak mudah lelah

REFERENSI:

  • Aryulina, Dyah. (2004). Biologi 2. Jakarta: ESIS.
  • Fitri, Amin. (2002). Tugas Terstruktur Anatomi Fisiologi Tubuh Manusia. Semarang. Universitas Negeri Semarang.

Jakarta Senin, 6 Oktober 2008 Peringatan Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Muhayat, agar tidak mangkir setelah libur lebaran tidak dihiraukan oleh sebagian PNS di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sebanyak 290 orang PNS mangkir atau setidaknya datang terlambat di hari pertama kerja setelah libur lebaran. Data dari Badan Kepegawaian Daerah DKI Jakarta, sampai beberapa jam setelah jam masuk kerja, ke-290 orang PNS itu belum datang ke lokasi tugas mereka. Tidak ada alasan resmi untuk menjelaskan ketidakhadiran mereka. (http://www.kompas.com/read/xml/2008/10/06/19524251/290.pns.dki.mangkir). 

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto, mengatakan, semua PNS yang belum datang setelah jam masuk pagi akan ditunggu sampai sebelum jam pulang sore. Jika sampai sore masih juga belum datang, PNS tersebut akan dinyatakan mangkir dan bakal dikenai sanksi tingkat menengah, seperti penundaan kenaikan gaji dan kenaikan golongan berkala.

Mengapa fenomena ini sering terjadi dalam dunia industri?  tidak saja hanya dalam instansi pemerintah, dalam instansi swasta pun kemangkiran, produktivitas merosot, dan sebagainya sering dijumpai. Ada beberapa factor yang dapat menyebabkan hal ini salah satunya adalah sikap kepuasan kerja atau Job Satisfaction.

Kepuasan kerja mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap produktivitas suatu organisasi secara langsung maupun tidak langsung maupun tidak langsung. Beberapa ahli memberikan definisi mengenai kepuasan kerja. Devis dan Newstrom (1985:109) mengemukakan:

    “Job satisfaction is the favorableness or unfavorableness with which employees view their work.” (Kepuasan kerja adalah perasaan senang atau tidak senang pekerja terhadap pekerjaannya).

Definisi lain tentang kepuasan kerja dikemukakan oleh Wexley dan Yukl (1977:98), yang mengatakan:

“Is the way an employee feel about his or her job, it is a generalized attitude toward the job based on evaluation of different aspect of the job. A person’s attitude toward his job reflect plesant and unpleasant experiences in the job and his expectation about future experiences.” (Kepuasan kerja sebagai perasaan seseorang terhadap pekerjaannya).

Sementara itu, Osborn (1982:40) mendefinisikan kepuasan kerja sebagai berikut:

“Kepuasan kerja adalah derajat positif atau negatif perasaan seseorang mengenai segi tugas-tugas pekerjaannya, tantanan kerja serta hubungan antar sesama pekerja”.

Menurut Anwar Prabu Mangku Negara (2004), factor-faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja adalah:

  1. Faktor pegawai yaitu kecerdasan (IQ), kecakapan khusus, umur, jenis kelamin, emosi, kondisis fisisk, pendidikan, pengalaman kerja, masa kerja, kepribadian, cara berpikir, persepsi dan sikap kerja.
  2. factor pekerjaan yaitu jenis pekerjaan, struktur organisasi, pangkat, kedudukan, mutu pengawasan, jaminan financial, kesempatan promosi jabatan, interaksi social, dan hubungan kerja.

Menurut Malayu Hasibuan, tolok ukur tingkat kepuasan yang mutlak tidak ada karena setiap individu karyawan berbeda standar kepuasannya. Indicator kepuasan kerja hanya diukur dengan:

  1. kedisiplinan.
  2. moral Kerja.
  3. turnover karyawan.

Indicator diatas dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. kepuasan kerja berdasarkan disiplin

kepuasan kerja berdasarkan disiplin diperoleh dari pekerjaan, maka kedisiplinan karyawan menjadi lebih baik. Sebaliknya, kepuasan kerja karyawan kurang tercapai akan mengakibatkan kedisiplinan karyawan rendah. Jika dikaitkan dengan variable lain mungkin ini akan berpengaruh terhadap motivasi kerja karyawan.

2. kepuasan kerja berdasarkan moral kerja

dikatakan bahwa moral kerja sifatnya subjektif, yakni bergantung kepada perasaan seseorang sehubungan dengan pekerjaannya. Dengan demikian, apabila tenaga kerja semangat dalam bekerja, maka tenaga kerja memiliki moral yang tinggi, demikian pula sebaliknya.

3. kepuasan kerja berdasarkan perputaran tenaga kerja

kepuasan kerja mempengaruhi tingkat perputaran tenaga kerja karena jika kepuasan kerja karyawan meningkat maka perputaran tenaga kerja di perusahaan akan menurun.

Menurut Davis & Newstrom, ada beberapa aspek yang menetukan kepuasan kerja pegawai yaitu:

  1. pekerjaan itu sendiri.
  2. upah, gaji, bonus.
  3. kesempatan promosi
  4. pengawasan
  5. rekan kerja.

Teori – teori kepuasan kerja

1.teori diskrepansi atau teori nilai (teori kesenjangan)

kepuasan kerja seseorang sangat dipengaruhi oleh sejauh mana hitungan antara apa yang diharapkan (das sollen) dan kenyataan yang dirasakannya (das sein). Individu akan merasakan kepuasan dalam bekerja bila tidak ada perbedaan yang berarti antara yang diinginkan dengan hasil yang dirasakan karena batas minimalnya telah terpenuhi dengan baik.

2, Teori Keadilan (equity theory)

Kepuasan kerja sangat dipengaruhi oleh terpenuhi tidaknya rasa keadilan (equity) yang diterima dalam kenyatan. Perasaan adil atau tidak adil atas situasi yang dihadapi akan diperoleh melalui prbandingan antara dirinya dengan orang lain yang setaraf, sekantor, atau di tempat lain. Elemen teori ini meliputi input, output, perbandingan antar orang satu dan yang lainnya(comparison person).

3.  teori dua factor

herzberg menyatakan bahwa kepuasan kerja seseorang sangat dipengaruhi dua kelompok situasi, yaitu kelompok kelompok yang memberi kepuasan (satisfiers) dan kelompok yang tidak memberikan kepuasan (disastifiers).

  • satisfier

factor factor yang menjadi sumber kepuasan seseorang dalam bekerja antara lain prestasi kerja (achievement), kerja itu sendiri memberi kepuasan, tanggung jawab, dan kesempatan promosi.

  • disastifier

factor-faktor yang menjadi sebab munculnya ketidakpuasan seorang individu. Misalnya, administrasi dan kebijakan lembaga, teknik pengawasan (supervision technical),gaji, hubungan interpersonal, kondisi kerja, status, dan jaminan kerja.

Akibat  Ketidakpuasan Kerja.

Robbins, seoran psikolog industri (1998) mengungkapkan beberapa akibat yang dapat dilakukan seorang individu yang mengalami ketidakpuasan dalam bekerja, yaitu bersikap aktif (exit and Voice) dan pasif (loyalty and neglect). Sikap tersebut dijabarkan lagi menjadi keluar pekerjaan (exit), protes (voice), tetap setia (loyalty), dan bersikap pasif dan acuh tak acuh (neglect)

Upaya Mempertahankan Dan Meninkatkan Kepuasan Kerja Karyawan

Beberapa langkah yang dapat ditempuh bagi pihak lembaga perusahaan guna mempertahankan dan meningkatkan kepuasan kerja bagi seluruh karyawan antara lain sebagai berikut.

1. kebijakan manajemen

pihak manajemen diharapkan dapat memiliki kebijakan yang transparan terhadap semua karyawan.

2. kondisi lingkungan kerja

karyawan akan bekerja dengan baik bila lingkungan perusahaan tidak terlalu gelap, panas, pengap, atau dingin.

3. system penggajian dan bonus

4. sistem pengembangan karier (promosi)

5. peningkatan komunikasi efisien dan efektif antara atasan dan bawahan.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai